Kok Cuma Jadi Guru

0
COM



“Kok cuma jadi guru sih?”

“Kamu pinter lho...bisa dapet kerjaan bagus, kok milih jadi guru”

Pertanyaan semacam itu seringkali ditujukan kepada saya. Kesel ngga sih? Kesal sudah pasti karena saya bukan malaikat. Seringkali bukan cuma kesal, tapi juga sedih menghadapi kenyataan bahwa masih banyak orang yang meremehkan atau menyayangkan jalan yang saya pilih ini. Pertanyaan-pertanyaan semacam itu seolah menyampaikan pesan bahwa terlalu sayang kalau saya cerdas dan akhirnya memilih menjadi guru. Menyedihkan.

            Memilih menjadi guru atau pendidik sama hal nya dengan memilih profesi lainnya. Tentu sebelum memilih, ada banyak hal yang dipertimbangkan. Saya pribadi memilih menjadi guru karena saya bahagia dan nyaman menjalaninya. Apakah selalu bahagia? Tentu tidak, ada kalanya bosan, frustasi dan sedih. Tapi dari seluruh perasaan yang ada, rasa bahagia adalah yang paling mendominasi.

            Akan tetapi, rasa bahagia bagi saya, belum tentu definisi bahagia bagi orang lain. Mengambil ungkapan cliche bahwa ‘bahagia itu relatif’.  Saya faham bahwa orang-orang yang mempertanyakan pilihan ini mungkin tidak tahu betapa bahagianya seorang guru melihat anak didiknya berkembang pesat sesuai dengan potensinya. Dan yang lebih membahagiakan lagi adalah ikut merasa bahagia ketika anak didiknya bahagia. Terdengar sederhana, tapi dalam maknanya bagi saya.

            Saya merasa menjadi orang yang paling beruntung ketika menyaksikan perubahan positif pada murid saya. Merasa begitu haru mengantarkan mereka menjadi individu yang penuh semangat, mencintai belajar dan berakhlak mulia. Saya merasa bahagia ketika minggu lalu adalah hari guru dan tiba-tiba murid saya yang sudah lulus berdatangan memberikan kejutan manis sembari meminta doa agar dimudahkan dalam mengejar impiannya. Bahkan diantara mereka ada yang jauh-jauh datang dari luar kota.


            Saya tidak pernah menyesal memilih jalan ini. Dan untuk teman-teman yang sering memberikan pertanyaan yang sama seperti yang saya sampaikan sebelumnya, mari kita saling menghargai pilihan masing-masing. Apapun jalan yang dipilih, berusahalah menjadi versi yang terbaik, memberikan perubahan positif, dan pastikan....bahwa pilihan itu membuat kita bahagia lahir dan bathin serta tidak merugikan orang lain.

Teruntuk para guru yang membaca;

“Terimakasih untuk energi, waktu bahkan materi yang direlakan untuk mendidik. Terimakasih karena setiap harinya, engkau selalu membuat perubahan yang bermakna”

Saya dan Zumba

34
COM
Assalamu’alaikum,

Finally, after almost 2 weeks I didn’t post anything in this blog. I decided to write what I promised in the last post. Di postingan sebelumnya kan saya udah janji mau review tentang pergulatan saya di dunia olahraga #halah hahaha. Simak ceritanya.

Sudah sejak akhir tahun lalu saya menekuni olahraga yang bisa dibilang lagi nge-hits saat ini, yaitu Zumba. Kisah mengapa akhirnya memilih Zumba sebagai alternatif olahraga sih sederhana, karena saya suka musik dan suka menari. Beruntung banget setelah browsing sana-sini dengan berbagai pertimbangan termasuk waktu, terpilihlah salah satu tempat di bilangan Tebet. Lokasinya ngga terlalu jauh dari kos an saya di Pancoran, tapi ya kalau jalan kaki jauh sih.hehe Saya biasanya langsung sepulang kerja ke tempat Zumba atau kalau pas pulang cepat, bisa ke kos an dulu. Lumayan bisa santai.

Nah, lokasi tempat Zumba saya ini namanya House of Shafa. Patokannya di depan/sebrangnya Bakmi Berdikari, dekat pasar PSPT. Insyallah ngga susah nyarinya. Oiya, Pasar Tebet dan Pasar PSPT Tebet beda lho ya.....soalnya beberapa orang masih mengira kedua pasar ini adalah pasar yang sama. Pokoknya kalau dari arah Taman Honda/Taman Tebet, ketemu pasar PSPT masih lurus dan lihat sebelah kiri yang seberangnya Bakmi Berdikari, ada House of Shafa tulisannya hijau dan ada parkirannya agak luas.

Jujur waktu pertama kali daftar Zumba sedikit nekat. Tapi, karena udah niat harus hidup sehat, langsung aja siang-siang pas pulang cepet mampir kesana dan daftar. Ya, pasti sebelumnya udah lihat-lihat beberapa video Zumba di Youtube dan review orang-orang yang ikutan Zumba. Istilahnya udah nawaitu lah yaaa....hahaha karena tergiur dengan fakta bahwa Zumba adalah salah satu olahraga yang efektif untuk membakar lemak dan full of fun. Biar kata saya seorang guru, pengennya olahraga ya yang fun kan dan yang ngga terlalu berasa capeknya. Jadi ngga meluku serius kayak ngerjain ujian.hehe

FYI, daftar Zumba waktu itu langsung nekat ikut yang seminggu 2x, ambil jadwal yang malam karena bisanya memang malam hahaha. Untungnya kelas Zumba malam hari ada dua, di hari Selasa dan Jumat. Selesai daftar ngga sabar menunggu hari pertama Zumba. Untuk tarif dan jadwalnya bisa dilihat di bawah ini ya. Saya udah coba check sana-sini, I think this is the best price dan yang paling penting semuanya perempuan, laki2 di atas 7 tahun dilarang masuk. Itu berlaku juga untuk kolam renangnya yang buka sampai jam 17.00 setiap harinya. Jadi jangan heran, banyak mbak-mbak, ibu-ibu atau bahkan adik-adik yang masuk ke House of Shafa berhijab, karena memang jujur alasan utama pertama yang saya cari adalah tempat olahraga yang hijab friendly.

Dan...disini cerita dimulai. Ikut Zumba pertama kali rasanya sepi, soalnya kan sendirian dan belum punya kenalan. Tapi karena sudah biasa sendirian kemana-mana, jadi santai aja, malah jadi nambah kenalan. Alhamdulillah nambah kenalan, nambah networking dan siapa tau nambah saudara.hehe

Nah...sejujurnya saya kan memang belum pernah ikut Zumba dan ngga tau cara kerjanya gimana. Maksudnya gini, saya ngga tau apakah boleh ditengah-tengah berhenti gitu kalau pas capek atau merasa ngga kuat. Jadi pas pertama Zumba, saya ikutin aja sampai selesai, beberapa kali instrukturnya ngebolehin kita minum sebentar sambil ganti lagu, tapi minumnya dikit, ngga boleh banyak-banyak. Nah, pas udah sekitar setengah jalan atau sekitar 30 menit, rasanya pengen pingsan hehehe

Maklum lah ya, ini badan ngga pernah gerak buat olahraga sama sekali, jadi mungkin otot-ototnya sedikit shock. Rasanya tuh kayak pengen pingsan, laper, keringetan, pengen minum, pengen cepet pulang dan pengen Zumbanya cepet selsai hehehe. Tapi karena tengsin dan lebih tepatnya ngga ada member Zumba lain yang mogok di tengah Zumba, saya lanjut aja *semangat-semangat-semangat kata diri dalam hati sambil pengen nangis hehehehe

Pas udah kelar Zumba rasanya pengen sujud syukur dan baca hamdalah #lebay karena akhirnya selesai juga penggemblengan pertama ini hahaha. Usut punya usut pas ngobrol sama mbak instrukturnya, ternyata memang orang-orang yang ikut Zumba harus kuat, olahraga ini kurang cocok buat temen-temen yang punya sakit jantung atau asma misalnya. Dan it’s ok kalau di tengah-tengah Zumba kita ngga kuat dan duduk selonjoran dulu sebentar, baru kalau udah kuat lanjut lagi, itu biasanya berlaku untuk temen-temen yang baru ikutan Zumba untuk pertama kali. Pas bagian mbak instruktur ngasih penjelasan ini, rasanya nyesek, kenapa tadi ngga istirahat dulu aja ya biar kata sepi dan ngga ada temennya, daripada nyiksa diri hahaha. Pelajaran banget nih, lebih baik bertanya daripada nyesel. Harusnya sebelum mulai Zumba, pas masih ada jeda waktu, ngobrol-ngobrol sama mbak instrukturnya biar tau sebenernya Zumba itu gimana dan lain sebagainya.

 Dan lucunya lagi, pas udah selesai Zumba, saya pulang dalam keadaan laper banget, dan makan dengan porsi besar-jangan ditiru ya. Karena sebaiknya setelah Zumba ngga makan, kalaupun mau makan buah atau sayur aja. Kalau laper banget ya ngga apa deh makan lauknya, hindari nasi. Tapi ya kembali lagi, jangen terlalu dipaksakan. Kalau laper banget tak tertahankan, intinya jangan nyiksa diri.

So far alhamdulillah  sudah hampir 5 bulan ikut Zumba dan makin menikmati. Dari awal pengen pingsan sekarang kalau seminggu ngga Zumba rasanya badan berat aja #cieee. Bersyukur banget bisa nemu tempat Zumba sekelas House of Shafa dengan fasilitas yang cukup baik. Yang paling saya suka adalah karena semuanya perempuan, tempatnya bersih, lokasinya ngga jauh dan staff-nya super friendly. Kalau yang perlu diperbaiki mungkin studio senamnya kurang luas, hehe. Kalau hari Jumat malam apalagi, biasanya rame banget member yang dateng, jadi tempatnya penuh banget.

Penampakan saya di studio Zumba House of Shafa, kakinya aja, kalau mukanya udah pucet banget pengen pingsan.haha

Oiya, satu lagi, mulai bulan April ini House of Shafa menerapkan sistem baru. Jadi, kalau kita daftar atau perpanjangan member, mau untuk 1x, 2x tau 4x seminggu, maka hitungannya sesuai dengan jumlah pertemuan dan ngga berpatokan sama senam yang kita ikutin. Misal, saya daftar ikut 2x seminggu untuk sebulan bayar 350.000. Berarti saya punya kesempatan 8 kali pertemuan dalam sebulan, terserah mau ikut apa aja asal sesuai jadwalnya. Boleh ikut Zumba, Pilates maupun Yoga. Kalau peraturan yang dulu kan harus sesuai jadwal, kalau ikut Zumba ya Zumba aja dan dikasih excuse maksimal 2 kali absen kalau kita ngga hadir.


Lengkap kan ya infonya, maafkan kalu sedikit lebay, beginilah saya.hehe Semoga dapat menginspirasi temen-temen untuk hidup lebih sehat dan sekaligus membantu temen-temen yang kesulitan mencari tempat olahraga yang hijab friendly. Pengalaman pribadi saya, agak susah menemukan review dan penjelasan tentang House of Shafa ini, jadi saya tuangkan ke blog dengan harapan seperti yang saya sebutkan tadi. Ayo...semangat untuk hidup sehat.


Welcoming Rajab: Tips Menurunkan Berat Badan

0
COM


Alhamdulillah, Rajab month is coming. Tanggal 1 Rajab jatuh tepat di hari Jumat lalu, 8 April 2016. Saya sudah siap-siap untuk berpuasa nih ceritanya. Sayangnya, karena waktu itu masih ragu beberapa pemberitaan bilang 1 Rajab jatuh di hari Jumat, ada yang bilang Kamis, ada juga yang bilang Sabtu. Akhirnya saya putuskan mulai berpuasa Senin minggu ini. So far so good dan alhamdulillah, pas puasa pas banget dikasih rejeki sama Allah. Ada aja orang kasih makanan untuk dibawa pulang. Kalau kata orang rejekinya orang puasa katanya. Amiiin. Nah, di bulan Rajab ini memang banyak sekali fadhilahnya. Jadi, ngga ada salahnya kan untuk beribadah sebanyak-banyaknya di salah satu bulan yang dimuliakan ini.

Beberapa orang bahkan sampai berpuasa 10 hari pertama di bulan Rajab sebagai amalan ibadahnya. Nah kalau saya rencananya mau Senin dan Kamis, tapi kemudian ketagihan. Jadi, sudah 3 hari ini saya puasa sejak hari Senin. Sedihnya, ternyata harus off puasa dulu mulai hari ini karena berhalangan.

Selain karena sudah lama ingin membiasakan diri puasa sebenernya juga ada niat terselubung.hahaha Yang ini jangan ditiru ya. Jadi, sekitar akhir bulan lalu saya mulai merasa ada yang tidak nyaman dengan diri saya sendiri. Apakah ituuuuu? Nah.....saya mulai merasa sangat kurang berolahraga dan lemak dimana-mana. Saya awalnya santai saja meskipun teman-teman yang sudah lama ngga ketemu, kalau ketemu langsung bilang “Ya ampuuuun, sekarang subur banget” Nah....kan mak jleb gitu rasanya, nylekit sedikit tapi ya ujung-ujungnya tetep PD dan tetep makan banyak hahahaha.

Tapi, mulai merasa resah setelah beberapa kali pakai baju yang semakin hari semakin menyempit, lebih tepatnya badan saya sih yang membesar hahahaha. Mulai agak panik, apalagi kalau pas jalan kaki atau naik tangga, setelahnya langsung ngos-ngos an. Beda banget sama 3 tahun kebelakang yang berasa enteng kemana-mana. Mulai ngga nyaman dengan kondisi itu, akhirnya tibalah turning point saya. Jadilah saya membuat resolusi tahun 2016 saat itu adalah harus hidup sehat dan berolahraga.

Tentu banyak kendalanya, pengen tiap pagi lari keliling komplek depan kos an. Tapi yah....malesnya lebih gede ternyata. Dan alhamdulillah setelah browsing sana-sini, saya menemukan olahraga yang cocok, yaitu Zumba. Singkat cerita saya sudah ikut Zumba selama 4 bulan terakhir dan alhamdulillah termasuk yang rajin ikutan. Alhamdulillah berasa bedanya, badan lebih enteng dan lebih energik juga. Bonusnya selain dapet sehat adalah lemak di badan yang pelan-pelan mulai berkurang.

Nah, berhubung di bulan Rajab ini juga puasa, semakin cepatlah si lemak ini berkurang. Setelah dipikir-pikir, diet yang cepet juga bisa dilakukan dengan berpuasa lho. Tapi inget ya...niat puasanya tetep untuk ibadah, insyallah langsingnya bakal ngikutin. Tapi makanan juga harus diatur. Paling tidak, pas buka puasa makan secukupnya. Ingat ya...”secukupnya”...ngga lebih dan ngga kurang. Kan...Allah ngga suka segala sesuatu yang berlebihan J


Nah...mungkin tips berpuasa di bulan Rajab ini bisa jadi salah satu alternatif teman-teman yang merasa kurang nyaman dengan lemak di badan. Buat saya sih yang penting sehat, asal tidak berlebihan lemak. Jadi yang pas-pas aja dan jangan menyiksa diri. Semoga bermanfaat ya, tetap sehat dan kecantikan yang utama itu ada dalam diri kita. So....stay beautiful and healthy ya.